Cirikhas Indonesia yang keempat yaitu Candi Borobudur. Siapa yang tak mengenal salah satu keajaiban dunia ini. Candi Borobudur ini merupakan candi Budha terbesar yang ada di dunia. Tinggi candi ini mencapai 42 meter, dengan 10 tingkat yang mewakili kamadhatu (manusia yang terikat hawa nafsu), rupadathu (manusia yang sudah terbebas dari hawa
usahauntuk membentuk kehendak bersama (common will) sebagai suatu bangsa menjadi persoalan yang rumit dan membutuhkan waktu yang relatif panjang. Pidato Presiden Soekarno dalam memperingati Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1954 mengingatkan pentingnya memahami kemajemukan budaya yang menjadi ciri bangsa Indonesia.
Keseluruhanciri-ciri khas bangsa Indonesia yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Berikut ini beberapa ciri khas Indonesia. Ada pepatah mengatakan Bahasa Menunjukkan Bangsa. Atau tepatnya 1340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010. Maka dari itu kita sebagai warga negara Indonesia patut berbangga karena bisa lahir
Student• KULIAH. Kelas XII IPS Sosiologi. Kemajemukan bangsa Indonesia ditandai oleh beragamnya suku bangsa, antara lain suku Minangkabau, Madura, dan Asmat. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam penciptaan kemajemukan suku bangsa dalam masyarakat Indonesia adalah . (A) faktor kepribadian kelompok. (B) faktor geografis wilayah kepulauan.
Keramahantersebut akhirnya menjadi identitas bangsa di mata dunia. Ciri khas ini perlu disadari oleh segenap bangsa mengingat Indonesia telah mengajarkan nilai ramah, sopan, dan santun dalam diri masyarakatnya. Nilai baik yang melekat harus dilestarikan dan terus dipertahankan untuk meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia di mancanegara.
Jangansampai ciri khas ini tidak lagi dimiliki oleh penerus bangsa nantinya karena sudah terlanjur rusak akibat penanganan yang kurang tepat. 4. Flora dan fauna yang melimpah. Selain kekayaan botani, Indonesia juga memiliki banyak sekali koleksi hewan dan tumbuhan.
.
- Indonesia memiliki struktur masyarakat dengan sistem sosial budaya yang kompleks. Di dalam masyarakat Indonesia terdapat perbedaan suku bangsa, adat, agama, dan berbagai ciri kedaerahan, termasuk perbedaan lapisan sosial. Semua ini menjadikan Indonesia sebagai masyarakat majemuk. Furnivall yang mengemukakan pertama kali tentang masyarakat majemuk dalam buku Netherlands India A Study of Plural Economy 1967. Menurut dia, fenomena tersebut sudah terlihat sejak zaman kekuasaan Hindia Belanda, baik di Indonesia maupun Burma. Lalu, Furnivall mendefinisikan masyarakat majemuk sebagai suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen dan tatanan sosial yang hidup berdampingan, tetapi tidak terintegrasi dalam satu kesatuan politik. Konsep masyarakat majemuk di Indonesia, dilihat dari struktur sosialnya, memiliki berbagai perbedaan budaya dan adat istiadat di antara suku-suku yang ada. Di antara suku tersebut juga memiliki dominasi agama berlainan. Misalnya Aceh memiliki mayoritas masyarakat beragama Islam, atau masyarakat suku Batak beragama Kristen. Di samping itu, penggunaan bahasa juga menunjukkan kemajemukan. Di suku Sunda, masyarakatnya cenderung menggunakan bahasa Sunda. Lalu, masyarakat suku Jawa lebih sering berbincang dengan bahasa Jawa. Berbagai kemajemukan yang ada di masyarakat Indonesia ini, kata Clifford Geertz seperti dilansir dari buku Khazanah Antropologi 1 Kelas XI Depdiknas 2009, cenderung tidak banyak berubah dan sulit terintegrasi. Walau pun masyarakat Indonesia telah terbentuk dengan sifat multietnik, multiagama, multibahasa, dan multiras dari tahun 1945, namun kemajemukan tetap bertahan. Hanya saja, masyarakat majemuk di Indonesia memiliki keunikan yaitu masih tunduk pada konsensus satu bangsa dan dapat hidup berdampingan dengan damai. Menurut Van den Berghe, hal itu dipicu dua faktor yakni kesepakatan sebagian besar anggota masyarakat pada nilai-nilai fundamental; dan berbagai masyarakat dari beragam kesatuan memicu munculnya loyalitas ganda. Ciri-ciri masyarakat majemuk Beragamnya perbedaan pada masyarakat majemuk dapat ditemukan beberapa ciri-ciri. Van den Berghe melihat ciri-ciri masyarakat majemuk sebagai berikut Terintegrasinya masyarakat ke dalam kelompok-kelompok sosial yang memiliki ciri khas budaya yang berbeda satu sama lain. Adanya lembaga-lembaga sosial yang saling tergantung satu sama lain karena adanya tingkat perbedaan budaya yang tinggi. Kurang mengembangkan konsensus di antara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar. Kecenderungan terjadinya konflik lebih besar di antara kelompok satu dengan yang lain. Integrasi sosial tumbuh di antara kelompok sosial yang satu dengan yang lain. Munculnya kekuasaan politik oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain. Baca juga Ranking Bukan yang Utama, Kenali Potensi Kecerdasan Majemuk Anak Apa Saja Karakteristik Masyarakat Majemuk & Faktor Pemicu Integrasi Pancasila Goes to Campus Ajak Mahasiswa Jaga Kemajemukan - Pendidikan Kontributor Ilham Choirul AnwarPenulis Ilham Choirul AnwarEditor Alexander Haryanto
Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta31 Desember 2021 0646Hallo kak Lukas, kakak bantu jawab ya ! Jawabannya adalah Ras dan suku bangsa. Yuk, simak pembahasan berikut ! Negara Indonesia dikenal dengan negara yang sangat kaya sekali akan keanekaragaman dan sumber daya alamnya. Keanekaragaman ini menjadi salah satu faktor penyebab adanya kemajemukan masyarakat di Indonesia. Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam, ras dan suku bangsa yang tersebar mulai dari Sabang hingga Merauke. Ras merupakan kelompok manusia yang memiliki bawaan ciri-ciri fisik yang sama. Setiap manusia memiliki fisik yang berbeda beda pastinya. Mulai dari warna kulit, bentuk, warna rambut, bentuk hidung, dan mata. Sementara Suku bangsa merupakan penggolongan manusia berdasarkan tempat asal, asal-usul Ă‚ nenek moyang dan kebudayaan yang sama. Suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara ini mempengaruhi keragaman budaya bangsa Indonesia. Terima kasih sudah bertanya dan gunakan Roboguru, semoga membantu ya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Negara Indonesia dikenal dengan negara yang sangat kaya sekali akan keanekaragaman dan sumber daya alamnya. Keanekaragaman ini menjadi salah satu faktor penyebab adanya kemajemukan masyarakat di Indonesia. Kemajemukan masyarakat Indonesia sendiri berarti bahwa adanya perbedaan warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok secara horizontal. Walaupun adanya masyarakat yang majemuk ini, sesuai dengan semboyan negara Indonesia yaitu “ Bhinneka Tunggal Ika “ yang artinya walaupun berbeda beda tetapi tetap satu jua. Semboyan ini merupakan fondasi kita agar tetap menjaga toleransi dan juga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan yang kamu apa saja yang membuat Indonesia ini memiliki masyarakat yang majemuk? Dapat kita ketahui bahwa Indonesia memiliki banyak sekali pulau-pulau. Baik pulau besar maupun pulau kecil. Hal ini dapat berkembang melahirkan sebuah budaya. Kemudian dilihat dari letak Indonesia yang strategis pada posisi silang, sehingga memungkinkan terjadinya kontak dengan bangsa-bangsa lain yang dapat mengakibatkan adanya pertemuan dengan pendatang yang dapat menyebabkan terciptanya proses asimilasi melalui perkawinan campuran amalgamasi sehingga terbentuk ras dan etnis. Perbedaan iklim dan topografi juga mengakibatkan terbentuknya aneka budaya kelompok masyarakat. Nah, kemajemukan masyarakat Indonesia ini juga disebabkan oleh beberapa hal yang dapat dilihat antara lain berdasarkan ras, etnis, dan masyarakat berdasarkan ras. Ras sendiri memiliki arti yaitu segolongan manusia yang memiliki persamaan dalam ciri-ciri fisik dan sifat-sifatnya yang diwariskan secara turun temurun. Setiap manusia memiliki fisik yang berbeda beda pastinya. Mulai dari warna kulit, bentuk, warna rambut, bentuk hidung, dan mata. Dengan adanya perbedaan ras ini seringkali timbul adanya “ streotipe”. Streotipe adalah pikiran yang berprasangka yang didasarkan pada kesan umum yang dipercayai tentang sifat-sifat dan karakter suatu kelompok ras tertentu. Contoh dari permasalahan ini seperti, politik “ Aparthied” di Afrika Selatan yang membatasi secara hokum dan politik warga negara kulit hitam oleh kelompok minoritas kulit putih. Nenek moyang Indonesia pun juga merupakan campuran penduduk asli dengan bangsa asing seperti ; bangsa Melayu Mongoloid, bangsa Papua Melanosoid, dan bangsa Vedoid. Lalu, kemajemukan masyarakat berdasarkan suku bangsa. Suku bangsa merupakan penggolongan manusia berdasarkan tempat asal, asal-usul nenek moyang dan kebudayaan yang sama. Suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara ini mempengaruhi keragaman budaya bangsa Indonesia. Misalnya terlihat dalam system kekerabatan, yang dimana masing-masing suku bangsa menganut klem garis keturunan. Contohnya seperti Batak Marpaung, Lubis, Sihotang, dll. Minang Cianogo, Koto, Tanjung, dll. Minahasa Supit, Lasut, Manadagi, dll. Maluku Manahutu, Guslaw, Pattinasarani, dll Terakhir yaitu, kemajemukan masyarakat berdasarkan agama. Agama adalah kepercayaan kepada alam gaib yang telah mengenal berbagai kepercayaan kepada alam gaib tanpa dituntun oleh kitab suci. Di Indonesia sendiri terdapat lima agama, yaitu islam, Kristen, khatolik, budha, dan hindu. Beberapa dari masyarakat Indonesia juga percaya akan kepercayaan yang dibawa oleh nenek moyang terdahulu. Berikut beberapa jenis kepercayaan yang masih diyakini oleh beberapa masyarakat Indonesia, seperti animisme dan dinamisme. Animisme yaitu kepercayaan kepada roh-roh nenek moyang dan roh lainnya dari makhluk dan benda alam. Sedangkan dinamisme yaitu kepercayaan kepada semua benda hidup maupun mati yang dianggap mempunyai kekuatan gaib dan luar keberagaman masyarakat Indonesia juga dapat memberikan pengaruh dalam berbagai kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini menjadi tantangan bagi kita untuk tetap mempertahankan adanya persatuan dan kesatuan dan meningkatkan sikap saling menghargai di tengah perbedaan yang ada. Hal-hal yang dapat terpengaruh dengan adanya kemajemukan ini, yaitu konflik sosial dan integrasi konflik social telah memperlihatkan bahwa bangsa Indonesia yang majemuk seringkali menghadapi masalah dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, hal ini merupakan tantangan bagi kita semua sebagai masyarakat Indonesia untuk tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan. Contoh permasalahan yang terjadi dalam kehidupan social seperti adanya SARA suku,agama,ras, dan antar golongan. Hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya toleransi yang terjadi di antara beberapa golongan masyarakat, adanya perbedaan pendirian dan perasaan antar individu, dan adanya perbedaan kebudayaan yang berkaitan dengan tata nilai. Adanya konflik sosial juga memberikan dampak positif dan negatif, yaitu seperti berikut. Untuk dampak positifnya seperti ; bertambahnya solidaritas yang merasa senasib dan sepenanggungan, perubahan kepribadian para individu dengan sadar akan kekurangan dirinya, dan dapat menyelesaikan suatu masalah. Sedangkan untuk dampak negatifnya yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok, hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia, dan perubahan kepribadian yang tidak menyenangkan, merasa cemas, dan lainnya yaitu adanya integrasi sosial. Integrase adalah penyatuan secara terencana dari bagian-bagian yang berbeda menjadi satu kesatuan yang serasi. Hal ini menyebabkan masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang bulat. Dalam integrasi sosial ini membutuhkan adanya proses yang harus berjalan dengan baik agar menjadi satu kesatuan yang serasi. Jadi, di tengah arus modern saat ini membuat kita sebagai warga negara yang baik, untuk tetap mempertahankan dan menjaga persatuan dan kesatuan di tengah adanya berbagai perbedaan. Tentu saja kita membutuhkan sebuah landasan agar tetap menjadi bangsa yang satu, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Sekali pun berada dalam satu kesatuan, tetapi tetap selalu ingat bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia berbeda-beda dalam satu kemajemukan. Dan akan selalu menjadi indah jika kita menghargai adanya perbedaan tersebut. Lihat Humaniora Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, majemuk memiliki arti terdiri atas beberapa bagian yang merupakan kesatuan, dan kemajemukan diartikan sebagai keanekaragaman. Dapat disimpulkan bahwa negara yang majemuk dapat diartikan sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati dan budaya yang dimiliki oleh negara tersebut. Lalu, mengapa negara Indonesia disebut negara yang majemuk? Apa yang membuat negara Indonesia memiliki kemajemukan? Indonesia terdiri dari pulau yang tersebar dari Sabang sampai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki berbagai macam kebudayaan. Tradisi yang diwariskan turun temurun, alam yang memiliki berbagai keunikannya sendiri, dan keanekaragaman dari setiap daerah yang tidak ada hentinya untuk digali. Indonesia juga terdiri dari berbagai macam ras, suku bangsa, agama, dan bahasa. Dengan demikian, Indonesia dapat dikatakan sebagai negara yang adalah kebiasaan yang dilakukan secara turun menurun di suatu daerah tertentu yang juga sering disebut kearifan lokal. Sebagai contohnya, tradisi kebo-keboan yaitu tradisi yang berasal dari Alasmalang Kabupaten Banyuwangi yang bertujuan untuk meminta hujan, tradisi ngaben yaitu upacara pembakaran atau kremasi jenazah umat Hindu di Bali, dan berbagai tradisi di daerah-daerah lain di Indonesia. Hal inilah yang menjadi salah satu pencipta kemajemukan negara Indonesia. Selain tradisi, Indonesia juga sudah dikenal karena memiliki keindahan alam yang luar biasa. keindahan alam Indonesia ini terus-menerus digali dan dikembangkan. Fauna dan flora yang beragam jenisnya juga dimiliki oleh Indonesia. Daerah daratan maupun wilayah maritim yang terus memancarkan pesonanya. Bahkan, sebagian besar jenis flora dan fauna langka yang ada di dunia terdapat di Indonesia. Oleh karenanya, masyarakat Indonesia patut berbangga terhadap kekayaan yang dimiliki oleh negara sendiri. Kemajemukan suku, agama, ras, dan bahasa yang ada di Indonesia juga menambah alasan mengapa Indonesia disebut sebagai negara majemuk. Menurut data sensus yang dilakukan oleh BPS Badan Pusat Statistik pada tahun 2010, Indonesia memiliki suku bangsa. Jumlah yang luar biasa bila kita membandingkannya dengan negara-negara yang lainnya. Selain itu, jumlah Bahasa yang ada di Indonesia juga terbilang sangat banyak. 707 bahasa utama yang telah berhasil didata oleh Ethologue, situs bahasa di dunia. 6 agama yang telah diakui oleh Indonesia juga menambah daftar alasan mengapa Indonesia dikatakan sebagai negara yang hal ini berdampak negatif kepada pola kehidupan bermasyarakat. Sebagaimanna contohnya adalah konflik antarmasyarakat. Dalam hal ini adalah isu SARA yang sering terjadi di negara ini. Seperti yang dilansir dalam Okezone News, konflik agama yang terjadi di Ambon pada tahun 1999 silam. Konflik ini melibatkan dua kelompok beragama, yaitu Islam dan Kristen. Yang mana diduga penyebab awalnya adalah konflik perseorangan yang mengatasnamakan sebuah agama, hingga pada akhirnya berkembang menjadi sebuah konflik besar yang menimbulkan banyak saat konflik itu terjadi, kedua pihak saling serang dan bakar-membakar bangunan serta sarana ibadah. Bahkan, ABRI juga dianggap gagal dalam menangani hal ini sampai merebak isu bahwa situasi tersebut sengaja dibiarkan berlanjut untuk mengaliihkan isu-isu besar lainnya. Hingga pada akhirnya kerusuhan tersebut menjadi isu yang sensitif sampai saat bangsa yang besar, Indonesia adalah negara majemuk dan tidak dapat dibantah lagi bahwa terdapat 6 agama yang diakui; Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Dengan 707 bahasa utama yang digunakan di setiap daerahnya, ditambah dengan gaya bahasa yang berbeda. Bahasa-bahasa tersebut digunakan oleh suku yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Suku-suku tersebut tinggal di pulau yang tersebar di Indonesia. Besarnya jumlah tadi melahirkan tradisi dan budaya yang unik. Lanskap indah yang telah di desain oleh Tuhan menambah keunikan negara ini. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa negara Indonesia adalah negara majemuk yang memiliki suku, tradisi, budaya, dan lanskap yang unik. Begitu juga kita sebagai masyarakat Indonesia sepatutnya ikut andil dalam menjaga keutuhan dalam kemajemukan Indonesia selayaknya semboyan Bhinneka Tunggal Ika, agar konflik agama yang terjadi di Ambon atau pun daerah lain tidak terulang. Lihat Humaniora Selengkapnya
ciri khas yang menunjukkan kemajemukan bangsa indonesia yaitu